DAERAHNEWSPEMERINTAHAN

Andra Soni Dorong Kolaborasi Diaspora, Targetkan Pemerataan Ekonomi Banten

JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan diaspora sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan serta pemerataan ekonomi di Provinsi Banten.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten yang dirangkaikan dengan dialog interaktif bertajuk “Rembuk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Dalam forum tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Banten ke depan tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, keterbatasan fiskal menuntut adanya sinergi yang lebih luas, termasuk melibatkan diaspora Banten yang tersebar di dalam maupun luar negeri.

“Kita membutuhkan kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap program pembangunan harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” ujar Andra.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten saat ini telah menjalankan sejumlah program prioritas sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan.

Di antaranya pembangunan jalan desa sepanjang 67,87 kilometer dengan anggaran Rp184 miliar, serta revitalisasi jaringan irigasi lebih dari 123 kilometer yang didukung oleh APBN dan APBD.

Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi fokus utama. Pemprov Banten menggulirkan program Sekolah Gratis yang telah menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta.

Tak hanya itu, program “Satu Sarjana Satu Desa” juga terus diperluas untuk menjangkau 1.238 desa di Banten.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Ace Hasan Syadzily menilai Banten memiliki potensi besar untuk berkembang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan kesenjangan antarwilayah.

“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Banten dapat berkembang lebih pesat. Tantangan utama yang harus diselesaikan adalah mengurangi ketimpangan wilayah,” ujar Ace.

Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat sebagai salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika investasi tumbuh, maka akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengembangkan kawasan ekonomi baru.

Menurutnya, konsep transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan fokus pada pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

“Konsep transmigrasi saat ini adalah menciptakan kawasan ekonomi baru. Kami bahkan tengah menjajaki peluang pengembangan kawasan industri di Banten,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen kementeriannya untuk mendukung program pembangunan di Banten melalui berbagai sumber daya yang dimiliki.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Andra Soni optimistis Banten mampu meningkatkan daya saing daerah, menarik lebih banyak investasi, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

“Kita tidak menunggu keadaan menjadi lebih baik, tetapi kita yang harus menciptakan perubahan itu,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button